AC yang jarang dibersihkan tidak hanya menurunkan kenyamanan, tetapi juga berisiko bagi kesehatan. Debu, jamur, dan bakteri dapat menumpuk di dalam unit AC, terutama pada filter dan evaporator. Saat AC dinyalakan, kotoran ini akan tersebar ke seluruh ruangan dan terhirup oleh penghuni.
Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah.
Bagian AC yang Paling Sering Menjadi Sarang Kuman
Tidak semua bagian AC terlihat kotor dari luar. Beberapa komponen justru menjadi tempat favorit kuman berkembang.
Filter AC
Filter berfungsi menyaring debu dari udara. Jika jarang dibersihkan, filter menjadi tempat penumpukan debu, bakteri, dan partikel mikro yang berbahaya bagi pernapasan.
Evaporator
Evaporator yang lembap sangat mudah ditumbuhi jamur dan mikroorganisme. Jamur inilah yang sering menyebabkan bau apek saat AC dinyalakan.
Saluran Pembuangan Air
Saluran pembuangan yang tersumbat dapat menimbulkan genangan air, menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri dan lumut.
Dampak AC Kotor bagi Kesehatan
AC yang kotor dapat memicu berbagai masalah kesehatan, antara lain:
- Batuk dan pilek berkepanjangan
- Iritasi tenggorokan dan hidung
- Alergi dan asma kambuh
- Mata perih dan gatal
- Infeksi saluran pernapasan
Gejala ini sering dianggap sepele, padahal sumber masalahnya berasal dari kualitas udara yang buruk akibat AC kotor.
Dampak AC Kotor terhadap Kinerja AC
Selain berdampak pada kesehatan, AC kotor juga memengaruhi performa unit secara keseluruhan.
Beberapa dampak yang sering terjadi:
- AC tidak dingin atau kurang dingin
- Kompresor bekerja lebih berat
- Konsumsi listrik meningkat
- AC cepat rusak
- Umur AC menjadi lebih pendek
Kotoran yang menumpuk menghambat aliran udara dan proses penyerapan panas.
Ciri-Ciri AC Sudah Terlalu Kotor
Ada beberapa tanda yang bisa Anda perhatikan untuk mengetahui kondisi AC.
- Udara AC terasa tidak segar
- AC mengeluarkan bau apek
- AC cepat berdebu kembali
- Air menetes dari unit indoor
- Tagihan listrik meningkat tanpa sebab jelas
Jika salah satu tanda ini muncul, besar kemungkinan AC perlu segera dibersihkan.
Seberapa Sering AC Harus Dibersihkan?
Idealnya, AC dibersihkan secara rutin setiap 3–4 bulan sekali, tergantung intensitas penggunaan dan kondisi lingkungan. Untuk ruangan berdebu atau penggunaan harian yang tinggi, pembersihan bisa dilakukan lebih sering.
Membersihkan AC secara rutin membantu menjaga kualitas udara sekaligus mempertahankan kinerja AC.
Cara Mencegah Bahaya AC Kotor
Beberapa langkah pencegahan sederhana dapat membantu menjaga AC tetap bersih dan aman.
- Bersihkan filter AC secara rutin
- Lakukan cuci AC indoor dan outdoor
- Pastikan saluran pembuangan air tidak tersumbat
- Gunakan AC sesuai kapasitas ruangan
- Jadwalkan servis AC berkala
Perawatan rutin jauh lebih murah dibanding biaya perbaikan akibat kerusakan.
Kapan Harus Memanggil Teknisi AC?
Jika AC sudah lama tidak dibersihkan, mengeluarkan bau tidak sedap, atau tidak dingin meski filter dibersihkan, sebaiknya segera memanggil teknisi. Pembersihan menyeluruh membutuhkan peralatan dan teknik khusus agar komponen AC tidak rusak.
Teknisi berpengalaman juga dapat mendeteksi masalah lain sejak dini sebelum menjadi kerusakan besar.
Kesimpulan
AC kotor bukan hanya masalah kenyamanan, tetapi juga ancaman bagi kesehatan dan umur AC. Penumpukan debu, jamur, dan bakteri dapat menyebabkan gangguan pernapasan serta menurunkan kinerja AC secara signifikan.
Dengan perawatan dan pembersihan rutin, Anda dapat menjaga kualitas udara tetap sehat, AC lebih awet, dan konsumsi listrik tetap efisien.


