
Mesin cuci yang rusak sebelum waktunya hampir selalu punya sebab yang sama, dan bukan karena mereknya jelek. Dari pekerjaan kami di lapangan, tiga penyebab tersering adalah beban cucian berlebih, deterjen yang terlalu banyak, dan saluran pembuangan yang tidak pernah dibersihkan.
Kabar baiknya, ketiganya bisa Anda cegah sendiri tanpa alat dan tanpa biaya. Berikut tujuh langkah perawatan mesin cuci, disusun dari yang paling berpengaruh.
1. Jangan Isi Melebihi Kapasitas
Ini penyebab kerusakan nomor satu yang kami temui, dan paling mudah dihindari.
Beban berlebih memaksa motor bekerja di luar batas rancangannya. Efeknya bukan cuma pencucian yang kurang bersih, tapi juga bantalan dan tali kipas yang cepat aus. Pada mesin front loading, beban berlebih mempercepat kerusakan bearing drum, dan itu salah satu perbaikan termahal.
Patokan praktisnya: setelah cucian dimasukkan, masih harus ada ruang kosong sekitar sepertiga tabung. Kalau pakaian sudah menyentuh bagian atas drum, kurangi.
Untuk mesin dua tabung, tanda paling jelas adalah suara motor yang terdengar berat atau putaran yang melambat. Kalau itu terjadi, matikan dan kurangi isinya.
2. Gunakan Deterjen Sesuai Takaran
Deterjen berlebih tidak membuat pakaian lebih bersih. Yang terjadi justru sebaliknya.
Sisa deterjen yang tidak larut menumpuk di sela drum, di karet pintu, dan di saluran pembuangan. Tumpukan ini jadi tempat jamur berkembang, dan itu penyebab utama bau apek yang tidak hilang walau mesin sudah dibilas berkali-kali.
Satu hal yang sering terlewat: mesin front loading butuh deterjen khusus low foam. Memakai deterjen biasa yang berbusa banyak membuat busa meluber dan bisa masuk ke bagian mesin yang seharusnya kering.
Kalau air di daerah Anda cenderung keras atau berkapur, pakai takaran normal tapi tambahkan siklus bilas, bukan tambah deterjen.
3. Bersihkan Filter Secara Berkala
Filter menangkap serat dan kotoran dari pakaian. Kalau tersumbat, air tidak mengalir lancar dan mesin bekerja lebih berat.
Bersihkan minimal sebulan sekali. Pada mesin front loading, filternya biasanya berupa tutup bulat di bagian bawah depan. Siapkan wadah dan kain sebelum membukanya, karena selalu ada air yang tersisa di dalam.
Kalau mesin Anda sering dipakai mencuci handuk, seprai, atau pakaian berbulu, percepat jadi dua minggu sekali.
4. Bersihkan Drum dan Karet Pintu
Drum bisa Anda bersihkan dengan menjalankan siklus kosong berisi air hangat dan larutan cuka, tanpa pakaian di dalamnya. Lakukan sebulan sekali.
Bagian yang jauh lebih sering terlewat adalah karet pintu pada mesin front loading. Lipatan karet itu menahan air, dan di iklim lembap seperti Semarang jamur bisa tumbuh dalam hitungan hari. Setelah selesai mencuci, lap lipatan karetnya dengan kain kering.
Biasakan juga membiarkan pintu terbuka setelah selesai mencuci, minimal satu jam. Menutup pintu mesin yang masih basah adalah cara tercepat membuat mesin berbau.
Cara lengkap membersihkan mesin cuci ada di artikel bersihkan mesin cuci dengan mudah di rumah. Untuk urusan cucian yang tidak mau kering saat musim hujan, ada pembahasan terpisah di cara cuci baju di Semarang saat musim hujan.
5. Periksa Saluran Pembuangan Air
Sumbatan di saluran pembuangan menyebabkan air tidak terbuang sempurna. Air yang tertinggal di dalam mesin akan berbau, dan dalam jangka panjang mempercepat korosi.
Yang perlu Anda periksa: pastikan selang pembuangan tidak tertekuk atau tertindih, dan ujungnya tidak terendam air di lubang saluran. Selang yang ujungnya terendam bisa menyebabkan air kotor tersedot balik ke dalam mesin.
Kalau air keluar sangat lambat atau tidak keluar sama sekali, jangan paksa jalankan siklus berulang. Pompa pembuangan yang dipaksa bekerja tanpa aliran bisa terbakar. Kasus kebocoran dan penyebabnya kami bahas di penyebab mesin cuci bocor.
6. Pastikan Posisi Mesin Benar-benar Rata
Mesin yang tidak rata akan bergetar berlebihan saat putaran pengering. Getaran itu merusak bantalan dan melonggarkan sambungan dari dalam.
Cara memeriksanya sederhana. Goyang keempat sudut mesin dengan tangan. Kalau ada yang bergerak atau berbunyi, setel kaki penyangganya sampai keempatnya menapak sama kuat.
Hindari juga meletakkan mesin di atas keramik yang licin tanpa alas karet. Mesin yang bergeser sedikit demi sedikit setiap kali dipakai akhirnya menarik selang air dan menyebabkan kebocoran. Pembahasan lengkapnya di mesin cuci bergetar keras.
7. Pilih Program Sesuai Jenis Cucian
Ini bagian yang paling sering diabaikan karena kebanyakan orang memakai satu program untuk semua cucian.
Program dengan putaran tinggi memang mengeringkan lebih baik, tapi memberi beban lebih besar pada motor dan bantalan. Untuk cucian harian yang tidak terlalu kotor, program normal atau cepat sudah cukup dan lebih hemat listrik.
Penjelasan setiap program dan kapan sebaiknya dipakai ada di fungsi setiap program di mesin cuci.
Jadwal Perawatan yang Realistis
Supaya lebih mudah diingat, ini patokan yang kami pakai di lapangan.
| Yang dikerjakan | Frekuensi | Siapa |
|---|---|---|
| Lap karet pintu, buka pintu setelah pakai | Setiap selesai mencuci | Sendiri |
| Bersihkan filter | 1 bulan | Sendiri |
| Siklus kosong dengan cuka | 1 bulan | Sendiri |
| Cek selang air dan pembuangan | 3 bulan | Sendiri |
| Cek kerataan dan kaki penyangga | 6 bulan | Sendiri |
| Pemeriksaan menyeluruh | 1 tahun | Teknisi |
Perhatikan bahwa hampir semuanya bisa Anda kerjakan sendiri. Yang butuh teknisi cuma satu, dan itu setahun sekali.
Tanda Mesin Cuci Perlu Diperiksa Segera
Lima hal ini sebaiknya tidak Anda tunda, karena menundanya biasanya menambah biaya.
- Bau terbakar atau bau hangus saat mesin bekerja. Matikan segera dan cabut dari listrik.
- Air merembes ke lantai, sekecil apa pun. Kebocoran hampir selalu bertambah besar.
- Suara berderak atau berdengung keras yang baru muncul, terutama saat putaran pengering.
- Drum tidak berputar padahal air sudah masuk.
- MCB turun saat mesin dinyalakan. Ini menandakan masalah kelistrikan, bukan masalah mekanis.
Kisaran biaya perbaikan untuk berbagai jenis kerusakan bisa Anda lihat di harga perbaikan mesin cuci di Semarang.
Pertanyaan yang Sering Masuk
Berapa lama umur mesin cuci?
Dengan perawatan yang wajar, mesin cuci umumnya bertahan 8 sampai 12 tahun. Yang sering diisi berlebihan bisa mulai bermasalah di usia 4 sampai 5 tahun, dan biasanya di bagian bantalan atau motor.
Apakah mesin cuci perlu dimatikan dari saklar setelah dipakai?
Sebaiknya ya, terutama kalau daerah Anda sering mengalami tegangan naik turun. Modul elektronik pada mesin otomatis cukup sensitif terhadap lonjakan tegangan.
Bolehkah mesin cuci diletakkan di luar rumah?
Boleh asal terlindung dari hujan dan matahari langsung. Panas matahari merusak bagian plastik dan karet, sementara air hujan mempercepat korosi dan berisiko pada kelistrikan.
Air bekas mencuci baunya tidak sedap, apakah mesinnya rusak?
Belum tentu. Biasanya itu tumpukan sisa deterjen dan jamur di drum atau saluran pembuangan. Coba jalankan dua siklus kosong dengan cuka lebih dulu.
Kenapa cucian masih basah padahal sudah selesai diperas?
Umumnya karena beban tidak seimbang di dalam drum, jadi mesin menurunkan kecepatan putaran demi keamanan. Atur ulang posisi cucian dan jalankan lagi. Kalau selalu terjadi, kemungkinan ada masalah pada bantalan atau sensor.
Satu Aturan yang Bisa Anda Pegang
Kalau harus memilih satu kebiasaan saja, pilih ini: jangan pernah mengisi melebihi tiga perempat tabung, dan buka pintunya setelah selesai.
Dua kebiasaan itu mencegah dua kerusakan yang paling mahal, yaitu bantalan yang aus dan jamur yang menyebar ke dalam mesin.
Dan kalau muncul bau terbakar atau MCB turun saat mesin dinyalakan, jangan dicoba ulang. Cabut dari listrik lalu hubungi teknisi.
Butuh pemeriksaan langsung? Anda bisa menjadwalkan lewat layanan Service Mesin Cuci Semarang atau Service Mesin Cuci Solo.

